Harusnya
saya pergi bisa lebih pagi lagi. Karena teman saya, Yopi masih dalam kondisi
pengumpulan nyawa setelah tidur, jadilah saya memanfaatkan momen nunggu dia sambil
nyuci baju yang sudah menumpuk.
Pukul
11 pagi saya sudah sampai di Stasiun Pasar Minggu dan berhenti di Stasiun
Bogor. Kami shalat Zuhur dulu, jadi nanti kami bisa langsung daur (arti
dalam bahasa arab keliling) kulineran gitu.
Awalnya
saya memang ingin mengajak Yopi untuk menikmati kulineran di sekitar kawasan
Jalan Pangrango naik angkot 03, tapi karena saya penasaran dengan tempat
lain, googling lah saya di blog. Dilihat di blog seseorang tak
saya kenal, ketemu tempat makanan pinggiran jalan dengan tenda-tenda gitu.
Katanya ada: laksa, soto kuning, toge goreng, dll di jalan surya kencana.
Saya
dari stasiun naik angkot 02, macet ya ternyata hari Minggu. Sampai di Jalan
Surya Kencana, saya jajahi sepanjang jalanan itu. Saya pikir, nama jalan itu berada
di pinggiran jalan raya. Eternyata, saya masuk ke dalam kawasan 'pasar'.
Panas-panas kami jalan, demi yang katanya ada banyak makanan di sana.
Before
it kami nyasar dong, kami pikir di
Jalan Surya Kencana memang pasar saja, nggak percaya karena ada tempat makanan
yang banyak di sana. Saking keasikan jalan, tibalah kami di Jalan Juanda.
Dari
pada tersesat di jalan, si Yopi akhirnya tanya ke mas-mas yang masih jomblo.
Dan, memang tempat awal yang kami susuri tadilah (Surya Kencana) yang banyak
makanannya. Kami saling melempar pandangan tidak percaya di Jalan Surya kencana
yang nampak pasar katanya ada banyak tempat makan.
Saking
kesenyal nggak nemu-nemu itu tempat makan, dan kami keburu lapar. Jadi, ketika
ada tempat makan nasi gitu, kami langsung berhenti. Kami makan soto kuning yang
tidak jauh dari Gapura Surya Kencana sebelah kiri jalan. Rasanya biasa saja,
karena lapar, saya tumben-tumbenan menyisakan nasi sedikit. Hehe.
FYI, sebenarnya di Jalan Surya Kencana memang ada
banyak tempat makan, dan sudah ramai mulai dari pagi. Adanya di Gang Aut. Coba
deh ke sana. Next, mungkin saya akan ke Gang Aut yang berada di
Jalan Surya Kencana.
Setelah
kenyang, Yopi penasaran dengan Jalan Pangrango kawasan banyak tempat makan yang
terkenal di Bogor, salah satunya Kedai Kita. Naik apa dari jalan Surya Kencana? Kami naik angkot 02 arah stasiun. Karena saya
tahunya, kalau ke Jalan Pangrango naik angkot 03 dari stasiun. Hehe
Lanjut
naik 03 menuju Jalan Pangrango, sampai di sana. Yopi tidak berminat makan di
kawasan itu, kami coba jalan menyusuri Jalan Pangrango, karena niat kami memang
mau berhenti makan di Sop Duren Lodaya walau di depan kosan saya di Cilandak
ADA, namun Yopi sudah keburu ngidam mau banget makan itu duren. Hhh
Ternyata
jalan berdua menuju Jalan Padjajaran tidak begitu jauh dari Jalan Pangrango.
Dan sampailah kami di Sop Duren Lodaya.
Dari Sop Duren Lodaya mau ke
mana lagi? Yang jelas kami mau nyobain
Bakso Seuseupan, agak jalan dikit dari Sop Duren Lodaya. Tepat di Fat Bubble,
kami naik angkut 08, bilang ke pak sopir; Bakso Seuseupan. Nggak
pakai nyebrang lagi, sudah terlihat bacaan Bakso Seuseupan alaihim gambreng.
Lagi-lagi penuh manusia, maklum hari libur.
Makan
bakso sudah. Tinggal nyebrang naik angkot 08 ke arah stasiun. Yopi ngidam mau
lihat Rusa di Istana Bogor. Sempat turun dan kasih makan si Rusa. Lanjut ke
stasiun, nggak pakai angkot! tinggal jalan kaki aja deh. Dan, kami pulang.
Itulah
perjalanan kami setengah harian di Bogor, kota hujan. Untungnya pas ke sana
cuaca cerah dan nggak turun hujan. Persiapan saja yang mau ke Bogor bawa payung
lipat ya.
Jangan
malu-malu bertanya ke kang asongan, sopir, security, orang di jalan, orang yang
masih single, orang yang galau. Ya! pokoknya jangan malu bertanya.


