Tampilkan postingan dengan label Self Improvement. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Self Improvement. Tampilkan semua postingan

Sabtu

Membuat Bullet Journal pada Tahun Baru 2019



Wah nggak kerasa ya sudah masuk tahun 2019. Alhamdulillah kita bisa sampai pada tahun ini. Hampir di tahun baru, semua orang senang menyambutnya karena di situlah ada harapan-harapan baru, resolusi dan beberapa goals yang akan kita lalui. Saya sangat senang sekali menyambut tahun baru ini: doa-doa serta harapan-harapan baik semoga dapat terwujud pada tahun ini.  Karena pada tahun sebelum-sebelumnya ada harapan yang menjadi goals saya dan belum terwujud di tahun kemarin. Semoga saja di tahun ini, harapan-harapan itu menjelma menjadi nyata, Amiin.


Seperti biasa saya suka sekali membuat perencanaan-perencanaan di Bullet Journal seperti yang pernah saya buat pada tahun sebelumnya di 2017 dan 2018. Yap, saya baru memulai Bullet Journal pada tahun 2017. Tapi kalau untuk goals, sudah menjadi rutinitas saya menuliskannya pada sebuah kertas. Biar apa? Biar terwujud. Karena saya meyakini kata atau tulisan adalah bagian dari doa.

Dan pada tahun 2019 ini, saya membuat beberapa setup yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Karena pada tahun sebelumnya, saya membuat beberapa spread tetapi tidak terisi. Tahun ini, saya sudah mengerti apa maunya saya dan bagaimana saya akan berkomitmen dengan Bullet Journal yang saya buat, terutama untuk setup tahunan ini.




Di awali dengan kalender tahunan, saya membuatnya dengan membagi per tiga bulanan secara horizontal. Dan diberi space di sebelah kanannya, saya akan menaru catatan di sampingnya setiap bulan, bisa goals yang saya akan tulis untuk tiap bulannya atau sebuah momen penting yang ada pada bulan tersebut (bisa project yang saya buat, even, atau janji istimewa). 

Membaginya dalam tiga bulanan, saya rasa sangat efisien untuk memantau perkembangan goals saya atau hal-hal penting yang akan saya buat. Jadi saya tidak merasa ngos-ngosan melihat langsung 12 bulan dalam satu halaman. Kayak merasa terburu-buru atau maunya cepat-cepat berlalu. Padahal enaknya dalam tiap bulan, ya kita nikmati saja waktunya.

Lanjut ke halaman bagian goals, saya membaginya ke beberapa poin penting:

Bussiness: Ada project yang mau saya buat di dalam sini.

Leisure:  Ada beberapa traveling/trip yang saya mau jelajahi (doain semoga tabungannya cukup ya gengs).

Personal Growth: Namanya juga manusia, ada aja yang kurang-kurang dan mau memperbaiki lebih baik dari tahun sebelumnya.

Spiritual: Harus ada goals-nya dong, apalagi seorang muslim yang tujuan hidup di dunia hanyalah untuk ibadah kepada Allah.

Career:  Saya memang sudah nggak kerja kantoran lagi bukan berarti nggak ada karir dalam hidup saya yang mau saya capai pada tahun ini.

Health: Kesehatan itu penting gengs dan harus diupayakan apalagi aset untuk masa depan nanti. Biar kalau tua, masih stay health and fit.

Relationship goals. Di sini, kamu bisa tambahkan poin relationship. Misal, kamu ingin menikah pada tahun ini, tulis saja ikhtiar apa saja yang bisa kamu lakukan: Mengikuti kelas pranikah, melahap ilmu parenting, shalawat 1000x, ikut program ta’aruf, ikut dating online, dll.  


Karena ada goals jalan-jalan yang mau saya jelajahi, saya mau membuat lists ini sebanyak-banyaknya. Ya tulis saja sebanyak-banyaknya, kalau sebagian ada yang terwujud tahun ini ya Alhamdulillah, kalau nggak? Ya apa boleh buat, namanya juga keinginan dan Allah yang Maha Berkehendak.

Untuk book lists, kadang saya suka zong beli buku yang ternyata isinya nggak begitu saya sukai, kalau nggak saya suka ya nggak dibaca sampai habis. Jadi sia-sia kan kalau udah kebeli tapi nggak kebaca. Jadi saya buatlah listing book ini yang mana saja nih: buku rekomen orang-orang dan beberapa judul buku dengan penulis yang sudah saya tahu gaya bahasanya asik dan isinya smart.


Apa sih yang membuat saya bahagia ketika saya melakukan sesuatu dan menjadi mood boaster saya. Atau saya merasa tenang ketika saya melakukan sesuatu tersebut. Saya buatlah selfcare ini semacam me time agar jiwa dan raga kembali kalem. (tsailah)

Saya itu tipe orang yang banyak maunya, tapi nggak mau-mau amat. (haha ngerti nggak tuh?) Ya begitulah, saya buat saja daftar keinginan saya dengan membagi dua hal: Need dan Want. Karena biar saya tahu, mana nih yang benar-benar harus saya beli. Atau cuma kepengin aja tapi belum butuh amat.


Karena saya nggak ada pemasukan yang tetap lagi dan sudah nggak jadi karyawati. Saya jadi mulai perhitungan dengan pengeluaran saya. Dan saya lebih suka pengeluaran perbulan seperti ini.


Ada goals saya ingin lebih konsisten dalam menulis blog. Nggak konsisten itu karena emang lagi nggak tahu mau menulis apa. Ide nggak ada, jadi waktu posting pun sesempatnya. Dan saya membaginya ke dalam beberapa bagian: Traveling, Article, Personal Growth, Beauty. Nanti saya akan taru tuh beberapa ide yang saya mau tulis di blog. Biasanya saya simpan ide itu di gawai dan tinggal saya mutasi ke Bullet Journal saya ini deh.

Dan ini, maaf tanpa ada unsur riya, saya mau berbagi Plan/Schedule hafalan Al-Qur'an ke kalian. Mana tahu ada yang lagi ingin menghafal Al-Qur’an dan syukur-syukur, ada yang tergugah mau mulai menghafal Al-Qur’an.  Ini saya kasih bocorannya sedikit. Mau tahu lebih detailnya klik Buat Jadwal Menghafal Al-Quran

Dan itulah penampakan Bujo Tahunan saya, ada juga Bujo bulanan saya loh. Kalau mau kepo bisa klik Bullet Journal Bulanan.

Nah, kalian, di tahun 2019 apa sama kayak saya, membuat Bullet Journal atau cuma nulis goals saja? Share dong di komen. Terima kasih.


Kamis

Buat Jadwal Menghafal Al-Qur'an Jadi Lebih Mudah



Alhamdulillah kamu baca postingan ini. Semoga niat baik kamu dalam menghafal Al-Quran lancar ya. Dan saya mau sedikit membantu dalam perencanaan menghafal Al-Qur’an dan sedikit memberi bocoran metode yang pernah saya lakukan bersumber dari Ustaz Adi Hidayat. Semoga berkah bagi kamu dan aku, dan semoga kita termasuk orang-orang yang diridai Allah untuk masuk ke pintu surga-Nya. Ammiin.

Jadwal Tahunan




Mulai dari target tahunan ya. Jadi kamu tentukan dulu, kamu mau ngejar hafalan pertahun kamu berapa juz dan di juz berapa saja. Kalau saya, menghitung terlebih dulu jumlah ayat satu juznya. Lalu saya bagi perbulan. Karena saya hanya sanggup menghafal 5 ayat perhari dengan catatan pada surat pendek. Kalau juz dengan ayatnya yang panjang-panjang akan saya bagi 2 ayat saja perhari.

Lalu, hitungan perminggu dengan jumlah 7 hari saya cukupkan hafalan saya sampai 6 hari saja, karena saya mau pada hari Jum’atnya cukup dengan muraja’ah (mengulang kembali hafalan). Lalu, saya kalikan saja jumlah hari dalam sebulan dengan ayat perharinya yang saya sanggup hafalkan. Contoh: sebulan ada 30 hari dipotong tiap hari Jum’at. Jadi jumlah hari dalam sebulan 26 hari. 26 dikali 5= 130 ayat.


Nah, 130 ayat ini bisa saya susun di jadwal tahunan tersebut. Catatannya adalah nggak boleh lebih dari 130 ayat. Di bulan Januari ada surah apa saja dengan berapa jumlah ayatnya, bisa tulis di jadwal tahunan yang dibagi dalam 12 bulan.
Jadwal Bulanan.

Jadwal Bulanan


Lanjut ke jadwal bulanan. Saya tulis bagian surah, ayat, dan week. Karena perminggu saya hanya mampu menghafal 30 ayat. Jadi, nanti akan saya isi pada bagian ayatnya: perminggu 1-30 pada minggu pertama, dan 31-60 pada minggu kedua, dan selanjutnya.   

Jadwal Mingguan


Lanjut ke jadwal mingguan. Di sini saya tuliskan Al-Qur’an tracker dengan memakai grafis yang saya buat. Membuat grafis seperti ini, memantau hafalan saya sudah sampai sejauh mana. Grafisnya naik atau turun. Biar ke track sama saya dan kalau grafisnya menurun, saya bisa mulai ngegas lagi hafalannya.

Bagaimana metode menghafalnya? Saya sontek dari Ustaz Adi Hidayat dengan menghafalnya begini: Senin, kamu hafalkan dua ayat sebelum subuh lalu lancarkan dalam setiap shalat lima waktu. Selasa, dua ayat kemarin dihafalkan lagi dan ditambah satu ayat lalu dihafalkan berulang-ulang, pada hari berikutnya tetap sama dengan penambahan satu ayat dan dilancarkan dalam shalat lima waktu.


Kira-kira begitu gengs, jadwal hafalan Al-Qur’an yang bisa kamu sontek pula. Kamu mau mulai kapan nih? Mumpung masih awal tahun, yuk!


Minggu

Rasanya Bikin Bujo yang Kekinian


Bujo itu singkatan dari bullet journal. Semacam to do list kamu yang udah kamu plan agar hidupmu lebih terarah. Catat hal-hal apa pun juga bisa di bujo sih. Selain biar terarah, waktumu tidak akan terbuang sia-sia. Karena hidup jadi lebih produktif. Yaaay! Buat yang pelupa kayak aku, bujo ini berfaedah bingit.

Nah, kalau masalah me-manage apa pun udah biasa banget dari zaman masih sekolah SD. You know what pas SD saya sering banget buat jadwal keseharian saya dari mulai bangun sampai kembali tidur. Pake waktu, ditulis di buku tulis sidu terus ditempel di meja belajar. 
Beralih ke zaman SMP, udah ada tuh yang namanya orgi (singkatan dari buku organizer) dan binder. Fungsinya? Buat isi biodata anak kelas. Terus, punya beberapa buku journal (ini karena bokap sering banget dapet book journal dan dikasihkan ke saya).
Terus, zaman SMA waktu mondok, saya punya buku kecil dan hampir penuh dengan tulisan. Yap! Tulisan apa aja numpuk di sana. Mulai dari wishlist, curhatan, utang, catet PR apa aja yang kudu saya kerjakan, apa aja yang besok saya harus kerjakan, dll. Semacam bujo tapi tulisannya acak kadut gitu lho, gado-gado banget!



Kebiasaan corat-coret itu sampai tahun 2013. Mulai dari tahun 2013 (kalau nggak salah) saya nggak mainan buku kecil itu lagi dengan coret-coretan. Saking, asiknya dengan media sosial. Jadinya, semua tulisan numpuk di gawai. Mulai dari curhatan, agenda hidup, dll.
  
Tahun 2013, saya memulai membuat life journal. Sifatnya lebih pribadi banget, dari hal cerita usia (semacam flashback), nulis kelebihan dan kekurangan diri yang saya sadari, terus wishlist saya catat dengan 100 poin yang saya tulisi entah itu terwujud atau belum, dll. Kan kita hanya berencana Allah yang menentukan. Karena bebikinan ngayal kayak gitu oh sungguh asik. Hehe.. 

Daaan.. mulai tahun 2017 inilah entah bagaimana saya jadi doyan searching bujo. Kemudian saya bergairah kembali untuk me-manage hidup. Karena menurut saya, bikin bujo kekinian itu seru. Saya bisa berkreasi sendiri. Hobi saya yang suka mainan kertas, tulisan serta gambar hadir lagi. 
Saya sih seneng banget bikin bujo kekinian. Ya selain biar hidupnya teratur, bujo adalah obat anti galau saya. 

Jadi penasaran nggak, bujo saya seperti apa? Boleh kok ditengok-tengok. Bujo saya bisa dilihat di sini. Semoga menginspirasi ya! Aammiinn.  


Sabtu

HIDUP Lebih Produktif dengan Bullet Journal (Indonesia)



Lanjut mengulik isi dari bujo! Yay! Setelah penjelasan yang saya paparkan di postingan sebelumnya ini. Ini dia, isi dari bujo versi saya.

Untuk membuat bujo dalam waktu bulanan. Seperti yang lainnya, saya mengawali dengan membuat kalender bulan saat ini: November. Di sini, saya membuat untuk mencatat kegiatan penting saya tiap bulan: seperti taklem, menstruasi, trip, bahkan *maaf pup saya.
Untuk simbol bulat warna merah, saya tandai untuk jadwal mensturasi saya, sedangkan simbol bulat cokelat untuk jadwal pup saya. Kenapa saya harus menandai pup saya: Karena saya wanita yang kurang serat. Jadi jadwal kapan saya pup harus dicatat. Kalau beberapa hari saya tidak pup, di situ saya akan mulai memperbanyak serat. Saya lagi diet program penggemukan badan nih, jadinya saya juga butuh menu makanan sehat yang menggemukkan. Penasaran, seperti apa menu yang saya rancang? Tunggu postingan saya bulan depan yah!  


Tiap bulan, saya harus menetapkan goals saya, karena saya tidak mau setiap bulan tidak ada goals atau pencapaian hidup saya yang tidak bermanfaat. Saya buat hanya 3 poin yang menurut saya, goals ini harus terlaksana dengan baik. Kalau pun tidak goals, setidaknya saya tahu saya ingin mencapai apa dalam bulan ini.
Dari Ibnu Abbas ra, dia berkata: Nabi saw bersabda, “Dua kenikmatan kebanyakan manusia tertipu pada keduanya, (yaitu) kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari)


Karena kemalasan saya menjadi seorang blogger, untuk berapa bulan saya tidak posting sesuatu apa pun dalam blog saya, katakanlah saya hiatus atau hibernasi untuk menulis di blog. (males menulis menjadi kendala buat saya) Karena baiknya, kemalasan itu harus disingkirkan sejauh-jauhnya.
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari malas, dan aku berlindung dari sifat penakut, dan aku berlindung dari pikun, dan aku berlindung dari bakhil.”

Untuk merangsang saya agar bersemangat dalam nge-blog, jadilah saya buat blog ideas dalam bulan ini yang harus saya posting. Karena sebenarnya, ide untuk menulis dalam blog sudah melimpah ruah di kepala dan belum terealisasikan di blog. Kemudian, saya mencatat sembrono saja di gawai saya. Dan nantinya, saya akan pilih ide yang banyak di notes gawai saya ke dalam blog ideas (yang harus saya posting untuk bulan ini) Rencananya sih, saya mau posting blog itu seminggu sekali setiap hari jum’at) untuk menulisnya bisa kapan pun dan di mana pun. Jadi, yang terpenting adalah postingan yang teratur untuk dapat perhatian dari google kalau traffic saya lancar dalam menulis di blog. hehehe 

Yay! Saya memang suka masak. Lagi-lagi kadang saya suka lupa mau masak apa kalau udah jatah hari libur saya di rumah. Recipe ideas ini saya buat bulanan. Karena saya hanya bisa masak di akhir pekan dan tidak pergi ke luar rumah.

Karena saya anaknya suka ngelamun, dan nggak baik juga kalau weekend nggak ke mana-mana dan nggak ngapa-ngapain. Saya membuat jadwal akhir pekan saya harus terisi dengan hobi atau kegiatan saya yang bermanfaat. Setidaknya, kalau saya tidak ke mana-mana, saya bisa ngapa-ngapain saja di rumah dengan kegiatan yang membuat saya fully happiness. Ada list tentang kegiatan saya selama weekend, yang nantinya akan saya isi ke dalam weekend list.

Weekly Spread
Tentang selama 7 hari yang sudah saya lalui, tentang rencana selama 7 hari yang akan saya penuhi. Jadi, semacam jadwal saya selama 7 hari ini.



Ada recite tracker: Saya ingin memulai lagi hafalan Al-Qur’an. Niat karena Allah, bukan karena ingin menjadi hafizah atau dielu-elukan orang. Big NoTrust me, dengan niat seperti itu kamu akan kalah sebelum perang. Karena memulai menghafal Al-Quran itu mudah sekali, yang susah justru mengulangi hafalanmu kembali. Hal ini yang saya rasakan, muraja’ah adalah hal yang sangat susah! Saya mengambil metode dari Ustaz Adi Hidayat, dengan menghafal 5 ayat tiap harinya. Untuk penjelasannya, kamu bisa klik ini Buat Jadwal Menghafal Al-Quran


Kalau kamu lihat bagan di atas, saya lebih banyak tracker saya untuk akhirat, mengapa? Karena saya mau tahu peningkatan dan penurunan ibadah saya selama hidup. Untuk Baca Al-Qur'an tidak saya buat, karena in sya Allah itu sudah menjadi habit saya seperti shalat 5 waktu.

Hal-hal apa saja yang saya ingin kerjakan di bulan ini. Dan list tersebut bisa saya masukkan dan sesuaikan dengan jadwal rutin saya (weekdays or weekend) Jadi, saya buat list-nya dulu di page ini sebanyak-banyaknya yang ingin saya lakukan.
Untuk yang wishlist, penjelasannya akan saya posting di jadwal berikutnya juga. Karena wish list yang saya buat dalam kategori tahunan (yang mana, tiap tahun saja akan di upgrade)


Ah! ini gunanya buat mengasah tulisan saya saja. Bisa diisi dengan quote atau curhatan saya sendiri.

Nah, itu tadi isi bujo saya pada bulan November. Jadi tiap bulan, pastinya akan di-upgrade dan untuk layout saya usahakan berganti. Dan, untuk weekly spread, tentunya saya akan upgrade setiap minggunya.