Minggu

Nikmatnya jajanan tempo dulu Es Ragusa dan Es Oen

 
Es Ragusa asaL ITALIA

Awalnya saya akan menceritakan bagaimana Es ragusa yang saya nikmati, waktu itu aku menyempatkan diri dengan adik dan ibu saya selepas mengantar om pulang ke kampung halamannya di stasiun Gambir. Kerena tempat es ragusa berada dekat dari gambir yaitu beralamatkan di jalan Veteran I no.10, Jakarta. Saat memasuki toko Es ragusa tersebut aku serasa berada di bangunan tempo dulu, nampak bergaya khas belanda. Di tambah dengan dengan kursi yang terbuat dari rotan dan meja bulat yang sederhana. Dan kita dapat mendapatkan hawa sejuknya dari kipas angin bukan dari AC. Selain itu juga, kita bisa melihat sekililing temboknya dihiasi dengan foto-foto hitam putih yang menggambarkan bagaimana rupa Es Ragusa dan potret-potret sudu-sudut kota Jakarta Zaman dulu. Jadi kami tahu bentuk-bentuk dan nama-nama dari es tersebut sebelum memesan.

Saat kita duduk, Pelayan yang mendatangi kami juga berpakaian ala zaman dulu dengan kostum bernuansa putih. Langsung saja kita pesan es yang kita inginkan. Es Ragusa bermacam-macam harga mulai Rp 8.000 per scope hingga Rp 57.000 per porsi. Selain air mineral dan es teh, minuman yang tersedia antara lain es kelapa muda, orange juice, dan lemon squash yang ditawarkan antara Rp 5.000 hingga Rp 16.000.


Yang paling khas dan unik di Es Ragusa adalah es spagethi Seperti namanya, es krim spaghetti disajikan dalam bentuk seperti spaghetti dengan lelehan coklat, taburan kacang, dan sukade warna warni di atasnya. Tak merasa puas dengan memesan es Ragusa kami memesan Otak-otak yang berada di depan toko es Ragusa, Karena di depan toko es Ragusa ini penjual makanan tersedia. Ada otak-otak, gado-gado, juhi dan asinan, serta sate ayam lontong dengan harga rata-rata Rp 10.000 – Rp 18.000 per porsi. Tapi jika sedang ramai, kadang jajanan ini sudah habis bahkan sebelum jam makan siang.

Sambil menikamati es dan otak-otak yang sudah kita pesan datang pengamen yang menyanyikan lagu-lagu dulu. Selain di JL. Veteran, Es Krim Ragusa juga dibuka di Duta Merlin, di Arena PRJ Kemayoran, dan juga di Cipanas, Jawa Barat.

Oia, sekedar info Es Ragusa ini adalah Es Zaman dulu yang dibuat pertama kali di Italia mulai berdiri pada tahun 1932. Es disini menggunakan bahan-bahan berkualitas mulai dari susu sampai bahan lainnya. Semuanya dibuat secara handmade, bukan diambil dari pabrik jadi kualitas akan tetap terjaga. Bahkan es krim yang berasal dari Italia ini tidak menggunakan pengawet. Hal ini dilakukan karena Ragusa tetap memperhatikan rasa dan kepuasan pelanggannya. Menurut sejarah, es krim ini dijual dalam gerobak oleh dua bersaudara asal Italia. Saat itu Ragusa hanya dijual setahun sekali selama satu bulan penuh di Pasar Malam Gambir.


Setelah mengahbiskan es yang kita pesan, langsung ku bayar menuju kasir disamping kita makan. Mesin kasirnya pun adalah mesin yang sama yang digunakan di tahun 1947.

Es Oen asal BELANDA




Kali ini saya mencicipi Es oen yang berada di daerah malang, karena Es Oen ini juga buka cabang di daerah Semarang. Persamaannya dengan Es ragusa adalah sama-sama Es tempo dulu dan dengan nuansa tempo dulu. Toko Es oen ini berada di jalan Basuki Rahmat, depan McD Sarinah Malang dan bersebelahan dengan Gramedia.

Di salah satu pojok ruangan terdapat piano dan radio kuno. Radionya berukuran cukup gede. Para pelayannya mengenakan seragam putih-putih model jaman dulu, sama dengan di toko es Ragusa ternyata. Mulai dari interior sampai pelayanpun terkesan jadul (Jaman Dulu).

Di Toko ini juga menjadi satu dengan toko Roti. Kebetulan saya dengan      seorang teman saya yang ingin mencicipi Jajanan tempo dulu, yang berasal dari belanda. Kita melihat daftar menu dengan berbagai pilihan dan rasa, selain Es yang disajikan didaftar menu terdapat berbagai jenis makanan yang mengenyangkan perut kami mulai dari steak hingga nasi gorengpun tersedia di Toko es Oen ini.
Setelah memesan dan datang Es yang kita pesan, Ternyata bentuknya unik mirip dengan es kue. Sekali mencicipi yang masih dingin dan beku itu rasanya tidak terlalu sama dengan Es lainnya. ya iyalah Es jaman dulu gitu loch rasanya tidak terlalu banyak Cream dan tidak eneg sampai kita menghabisakan es tersebut. Dan lagi tidak atau tanpa bahan pengawaet yang menjadikan Es ini terjaga keasliannya.(JD)


Tidak ada komentar: