Minggu

Aya ikeuchi yang tak menyerah


Tak ada manusia yang terlahir sempurna
seakan hidup ini tak ada artinya lagi
Syukuri apa yang ada, hidup adalah anugrah
Tetap jalani hidup ini
melakukan yang terbaik
jangan menyerah jangan meyerah ... !!



Ya itulah sebagian lirik dari band ternama D'masiv yang melahirkan single hits tersebut menjadi masterpiece anak-anak d'masiv. Dari lagu ini semua, kalangan masyarakat hingga pejabat sangat menyukainya dan hampir semuanya hapal dengan lagunya. Dari sebuah lirik yang sangat sederhana, rupanya menimbulkan dampak positif perubahan hidup seseorang dan menambah keyakinan semangat hidup seseorang yang berkekurangan dengan segala kekurangan yang ada, Jasmani maupun rohaninya. 

Dan hal ini mengakibatkan suggest seseorang untuk menjadi yang lebih berarti memaknai hidup. Lagu ini membuat inspirasi saya dan mengingat sebuah film serial drama atau yang lebih dikenal dengan dorama “one litre of tears” yang saya nonton waktu itu. 

Aya yang merupakan salah satu gadis yang tak pernah menyerah dan selalu mensyukuri kehidupan yang telah diberikan sang khalik. Ia lantas tak mudah menyerah dan putus asa waktu ia divonis menderita penyakit yang tidak ada obatnya. Sampai meninggalnyapun, ia tetap menulis harian tentang kehidupan dan penyakit yang dideritanya. 

Film yang diangkat dari sebuah novel tersebut telah terjual sebanyak 18 juta kopi. Banyak pelajaran yang diambil dari kisah ini, kisah yang sangat menyetuh untuk semua orang yang menontonnya dan menjadi fenomena di Jepang sendiri. Ini dia synopsis dari dorama tersebut :
One litler of tears” Dorama ini, berdasarkan kisah nyata yang diangkat dari sebuah novel, tentang buku hariannya yang ia tulis, dibuat pada tahun 2006 di negeri Sakura, One Litre of Tears diperankan oleh Erika Sawajiri yang menjadi pemeran utama dengan nama originil di kisah nyatanya adalah Aya Ikeuchi.   

Menceritakan seorang gadis yang awalnya seperti gadis normal lainnya. Tanpa cacat dan periang. Hingga ia di vonis oleh dokter dengan sebutan penyakitnya spinocerebellar degeneration. Ternyata penyakit tersebut langka dan belum ditemukan obatnya. Penyakit ini meyebabkan pada syaraf otak dimana sang penderita kelak tidak akan mampu berjalan, berbicara, bahkan makan. Itu yang terjadi dengan aya. Yang dibesarkan oleh keluarga pemilik restoran tofu. 



Penyakit yang dideritanya tersebut terjadi saat aya ingin melanjutkan pendidikkannya ke sekolah menengah dan aya adalah seorang gadis yang cukup berprestasi. Terjadi kejadian-kejadian yang janggal. Aya sering terjatuh tanpa sebab dan cara berjalannya aneh, dengan gejala dan dampak-dampak yang terjadi pada aya, sang ibu yang bernama shioka akhirnya memeriksakan kondisi tersebut ke dokter. 

Tapi aya tidak pantang meyerah, gadis ini menulis catatan hariannya saat terkena penyakit dan yang lebih mengharukannya adalah ketika aya ikeuchi menulis saat tak lagi ia bisa menulis. Dengan kelumpuhan tangan yang dideritanya.
Sumber = doramalover.com, Foto= Google


Nikmatnya jajanan tempo dulu Es Ragusa dan Es Oen

 
Es Ragusa asaL ITALIA

Awalnya saya akan menceritakan bagaimana Es ragusa yang saya nikmati, waktu itu aku menyempatkan diri dengan adik dan ibu saya selepas mengantar om pulang ke kampung halamannya di stasiun Gambir. Kerena tempat es ragusa berada dekat dari gambir yaitu beralamatkan di jalan Veteran I no.10, Jakarta. Saat memasuki toko Es ragusa tersebut aku serasa berada di bangunan tempo dulu, nampak bergaya khas belanda. Di tambah dengan dengan kursi yang terbuat dari rotan dan meja bulat yang sederhana. Dan kita dapat mendapatkan hawa sejuknya dari kipas angin bukan dari AC. Selain itu juga, kita bisa melihat sekililing temboknya dihiasi dengan foto-foto hitam putih yang menggambarkan bagaimana rupa Es Ragusa dan potret-potret sudu-sudut kota Jakarta Zaman dulu. Jadi kami tahu bentuk-bentuk dan nama-nama dari es tersebut sebelum memesan.

Saat kita duduk, Pelayan yang mendatangi kami juga berpakaian ala zaman dulu dengan kostum bernuansa putih. Langsung saja kita pesan es yang kita inginkan. Es Ragusa bermacam-macam harga mulai Rp 8.000 per scope hingga Rp 57.000 per porsi. Selain air mineral dan es teh, minuman yang tersedia antara lain es kelapa muda, orange juice, dan lemon squash yang ditawarkan antara Rp 5.000 hingga Rp 16.000.


Yang paling khas dan unik di Es Ragusa adalah es spagethi Seperti namanya, es krim spaghetti disajikan dalam bentuk seperti spaghetti dengan lelehan coklat, taburan kacang, dan sukade warna warni di atasnya. Tak merasa puas dengan memesan es Ragusa kami memesan Otak-otak yang berada di depan toko es Ragusa, Karena di depan toko es Ragusa ini penjual makanan tersedia. Ada otak-otak, gado-gado, juhi dan asinan, serta sate ayam lontong dengan harga rata-rata Rp 10.000 – Rp 18.000 per porsi. Tapi jika sedang ramai, kadang jajanan ini sudah habis bahkan sebelum jam makan siang.

Sambil menikamati es dan otak-otak yang sudah kita pesan datang pengamen yang menyanyikan lagu-lagu dulu. Selain di JL. Veteran, Es Krim Ragusa juga dibuka di Duta Merlin, di Arena PRJ Kemayoran, dan juga di Cipanas, Jawa Barat.

Oia, sekedar info Es Ragusa ini adalah Es Zaman dulu yang dibuat pertama kali di Italia mulai berdiri pada tahun 1932. Es disini menggunakan bahan-bahan berkualitas mulai dari susu sampai bahan lainnya. Semuanya dibuat secara handmade, bukan diambil dari pabrik jadi kualitas akan tetap terjaga. Bahkan es krim yang berasal dari Italia ini tidak menggunakan pengawet. Hal ini dilakukan karena Ragusa tetap memperhatikan rasa dan kepuasan pelanggannya. Menurut sejarah, es krim ini dijual dalam gerobak oleh dua bersaudara asal Italia. Saat itu Ragusa hanya dijual setahun sekali selama satu bulan penuh di Pasar Malam Gambir.


Setelah mengahbiskan es yang kita pesan, langsung ku bayar menuju kasir disamping kita makan. Mesin kasirnya pun adalah mesin yang sama yang digunakan di tahun 1947.

Es Oen asal BELANDA




Kali ini saya mencicipi Es oen yang berada di daerah malang, karena Es Oen ini juga buka cabang di daerah Semarang. Persamaannya dengan Es ragusa adalah sama-sama Es tempo dulu dan dengan nuansa tempo dulu. Toko Es oen ini berada di jalan Basuki Rahmat, depan McD Sarinah Malang dan bersebelahan dengan Gramedia.

Di salah satu pojok ruangan terdapat piano dan radio kuno. Radionya berukuran cukup gede. Para pelayannya mengenakan seragam putih-putih model jaman dulu, sama dengan di toko es Ragusa ternyata. Mulai dari interior sampai pelayanpun terkesan jadul (Jaman Dulu).

Di Toko ini juga menjadi satu dengan toko Roti. Kebetulan saya dengan      seorang teman saya yang ingin mencicipi Jajanan tempo dulu, yang berasal dari belanda. Kita melihat daftar menu dengan berbagai pilihan dan rasa, selain Es yang disajikan didaftar menu terdapat berbagai jenis makanan yang mengenyangkan perut kami mulai dari steak hingga nasi gorengpun tersedia di Toko es Oen ini.
Setelah memesan dan datang Es yang kita pesan, Ternyata bentuknya unik mirip dengan es kue. Sekali mencicipi yang masih dingin dan beku itu rasanya tidak terlalu sama dengan Es lainnya. ya iyalah Es jaman dulu gitu loch rasanya tidak terlalu banyak Cream dan tidak eneg sampai kita menghabisakan es tersebut. Dan lagi tidak atau tanpa bahan pengawaet yang menjadikan Es ini terjaga keasliannya.(JD)


Tugu berdiri kokoh itu MONAS



 






















Sewaktu liburan kuliah tiba, temanku yang dari malang datang dan menghabiskan waktunya untuk berlibur di rumahku yang berada di ciledug-tangerang. Dan hari sebelum hari kepulangannya ke malang, Temanku berniat membeli tiket pulang karena masa liburannya sudah selesai dan akan masuk kuliah lebih awal dari kampusku, kemudian aku mengantarkannya. karena takut ia kesasar karena baru pertama kalinya ia datang ke kota ibu besar kita Jakarta. 

Setelah pesan tiket dan membayarnya, kami menghabiskan waktu di Taman monumen nasional. Yang berlokasi dekat dengan stasiun Gambir, di tengah lapangan medan merdeka, Jakarta Pusat. Di sekeliling tugu terdapat taman, dua buah kolam dan beberapa lapangan terbuka tempat berolahraga. 

Saat kami jalan-jalan santai sekitaran Taman monas Karena memang tidak ada niat untuk ke dalam monas kami hanya melihat dari jauh-dekat indahnya monas itu. Bernasis-nasis ria, ya itulah kerjaan kami dan memaklumi temanku yang baru melihat monas dan ingin didokumentasikan pengalamannya tersebut, Walau kami tidak masuk ke Tugu monasnya.  

Aku sebagai warga Indonesia tulen patut bangga dengan monas yang masih berdiri tegak dan megah hingga saat ini. Ternyata Tugu monas itu dibuat setinggi 132 meter kira-kira 433 kaki tujuannya dibuat untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia untuk merebut kemerdekaan dari pemerintahan kolonial Belanda.  

Pembangunanya di mulai pada tahun 1961 perintah dari presiden sukarno,Tugu Peringatan Nasional dibangun di areal seluas 80 hektar. Tugu ini diarsiteki oleh Soedarsono dan Frederich Silaban, dengan konsultan Ir. Rooseno, mulai dibangun Agustus 1959, dan diresmikan 17 Agustus 1961 oleh Presiden RI Soekarno.  

Monas resmi dibuka untuk umum pada tanggal 12 Juli 1975. dan dibuka untuk umum pada tahun 1975. Dan emas yang berada di puncak tugunya terlapisi lembaran emas yang melambangkan semangat perjuangan yang menyala-nyala. Lapangan Monas mengalami lima kali penggantian nama yaitu Lapangan Gambir, Lapangan Ikada, Lapangan Merdeka, Lapangan Monas, dan Taman Monas. 

Sekedar Informasi, untuk teman-teman luar kota Jakarta yang ingin berkunjung ke kota besar dan mampir ke monas, Monumen dan museum ini dibuka mulai pukul 08.00 - 15.00 Waktu Indonesia Barat setiap hari sepanjang pekan, kecuali hari senin pada pekan terakhir setiap bulannya monumen ini tutup. Untuk dewasa dikenakan tarif Rp 3.500, dan anak-anak Rp 1.000. Sedangkan untuk naik ke puncak Monas, harga karcis untuk dewasa Rp 7.500, dan anak-anak Rp 2.500. Penjualan tiket ditutup pada pukul 19.00 WIB. Tapi pengunjung baru habis diperkirakan sekitar pukul 10 (malam), Monas dibuka selama 24 jam, namun mulai 1 November 2009, monas dibuka pada pukul 04.30-24.00 WIB. Rentang waktu 04.30-24.00 digunakan Dinas Pertamanandan Pemakaman serta Dinas Kebersihan untuk merawat, memelihara, dan membersihkan ruang terbuka hijau (RTH) agar lebih indah dan nyaman.
Sumber = Wikipedia.com