Minggu

Rasanya Bikin Bujo yang Kekinian


Bujo itu singkatan dari bullet journal. Semacam to do list kamu yang udah kamu plan agar hidupmu lebih terarah. Catat hal-hal apa pun juga bisa di bujo sih. Selain biar terarah, waktumu tidak akan terbuang sia-sia. Karena hidup jadi lebih produktif. Yaaay! Buat yang pelupa kayak aku, bujo ini berfaedah bingit.

Nah, kalau masalah me-manage apa pun udah biasa banget dari zaman masih sekolah SD. You know what pas SD saya sering banget buat jadwal keseharian saya dari mulai bangun sampai kembali tidur. Pake waktu, ditulis di buku tulis sidu terus ditempel di meja belajar. 
Beralih ke zaman SMP, udah ada tuh yang namanya orgi (singkatan dari buku organizer) dan binder. Fungsinya? Buat isi biodata anak kelas. Terus, punya beberapa buku journal (ini karena bokap sering banget dapet book journal dan dikasihkan ke saya).
Terus, zaman SMA waktu mondok, saya punya buku kecil dan hampir penuh dengan tulisan. Yap! Tulisan apa aja numpuk di sana. Mulai dari wishlist, curhatan, utang, catet PR apa aja yang kudu saya kerjakan, apa aja yang besok saya harus kerjakan, dll. Semacam bujo tapi tulisannya acak kadut gitu lho, gado-gado banget!



Kebiasaan corat-coret itu sampai tahun 2013. Mulai dari tahun 2013 (kalau nggak salah) saya nggak mainan buku kecil itu lagi dengan coret-coretan. Saking, asiknya dengan media sosial. Jadinya, semua tulisan numpuk di gawai. Mulai dari curhatan, agenda hidup, dll.
  
Tahun 2013, saya memulai membuat life journal. Sifatnya lebih pribadi banget, dari hal cerita usia (semacam flashback), nulis kelebihan dan kekurangan diri yang saya sadari, terus wishlist saya catat dengan 100 poin yang saya tulisi entah itu terwujud atau belum, dll. Kan kita hanya berencana Allah yang menentukan. Karena bebikinan ngayal kayak gitu oh sungguh asik. Hehe.. 

Daaan.. mulai tahun 2017 inilah entah bagaimana saya jadi doyan searching bujo. Kemudian saya bergairah kembali untuk me-manage hidup. Karena menurut saya, bikin bujo kekinian itu seru. Saya bisa berkreasi sendiri. Hobi saya yang suka mainan kertas, tulisan serta gambar hadir lagi. 
Saya sih seneng banget bikin bujo kekinian. Ya selain biar hidupnya teratur, bujo adalah obat anti galau saya. 

Jadi penasaran nggak, bujo saya seperti apa? Boleh kok ditengok-tengok. Bujo saya bisa dilihat di sini. Semoga menginspirasi ya! Aammiinn.  


Sabtu

HIDUP Lebih Produktif dengan Bullet Journal (Indonesia)



Lanjut mengulik isi dari bujo! Yay! Setelah penjelasan yang saya paparkan di postingan sebelumnya ini. Ini dia, isi dari bujo versi saya.

Untuk membuat bujo dalam waktu bulanan. Seperti yang lainnya, saya mengawali dengan membuat kalender bulan saat ini: November. Di sini, saya membuat untuk mencatat kegiatan penting saya tiap bulan: seperti taklem, menstruasi, trip, bahkan *maaf pup saya.
Untuk simbol bulat warna merah, saya tandai untuk jadwal mensturasi saya, sedangkan simbol bulat cokelat untuk jadwal pup saya. Kenapa saya harus menandai pup saya: Karena saya wanita yang kurang serat. Jadi jadwal kapan saya pup harus dicatat. Kalau beberapa hari saya tidak pup, di situ saya akan mulai memperbanyak serat. Saya lagi diet program penggemukan badan nih, jadinya saya juga butuh menu makanan sehat yang menggemukkan. Penasaran, seperti apa menu yang saya rancang? Tunggu postingan saya bulan depan yah!  


Tiap bulan, saya harus menetapkan goals saya, karena saya tidak mau setiap bulan tidak ada goals atau pencapaian hidup saya yang tidak bermanfaat. Saya buat hanya 3 poin yang menurut saya, goals ini harus terlaksana dengan baik. Kalau pun tidak goals, setidaknya saya tahu saya ingin mencapai apa dalam bulan ini.
Dari Ibnu Abbas ra, dia berkata: Nabi saw bersabda, “Dua kenikmatan kebanyakan manusia tertipu pada keduanya, (yaitu) kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari)


Karena kemalasan saya menjadi seorang blogger, untuk berapa bulan saya tidak posting sesuatu apa pun dalam blog saya, katakanlah saya hiatus atau hibernasi untuk menulis di blog. (males menulis menjadi kendala buat saya) Karena baiknya, kemalasan itu harus disingkirkan sejauh-jauhnya.
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari malas, dan aku berlindung dari sifat penakut, dan aku berlindung dari pikun, dan aku berlindung dari bakhil.”

Untuk merangsang saya agar bersemangat dalam nge-blog, jadilah saya buat blog ideas dalam bulan ini yang harus saya posting. Karena sebenarnya, ide untuk menulis dalam blog sudah melimpah ruah di kepala dan belum terealisasikan di blog. Kemudian, saya mencatat sembrono saja di gawai saya. Dan nantinya, saya akan pilih ide yang banyak di notes gawai saya ke dalam blog ideas (yang harus saya posting untuk bulan ini) Rencananya sih, saya mau posting blog itu seminggu sekali setiap hari jum’at) untuk menulisnya bisa kapan pun dan di mana pun. Jadi, yang terpenting adalah postingan yang teratur untuk dapat perhatian dari google kalau traffic saya lancar dalam menulis di blog. hehehe 

Yay! Saya memang suka masak. Lagi-lagi kadang saya suka lupa mau masak apa kalau udah jatah hari libur saya di rumah. Recipe ideas ini saya buat bulanan. Karena saya hanya bisa masak di akhir pekan dan tidak pergi ke luar rumah.

Karena saya anaknya suka ngelamun, dan nggak baik juga kalau weekend nggak ke mana-mana dan nggak ngapa-ngapain. Saya membuat jadwal akhir pekan saya harus terisi dengan hobi atau kegiatan saya yang bermanfaat. Setidaknya, kalau saya tidak ke mana-mana, saya bisa ngapa-ngapain saja di rumah dengan kegiatan yang membuat saya fully happiness. Ada list tentang kegiatan saya selama weekend, yang nantinya akan saya isi ke dalam weekend list.

Weekly Spread
Tentang selama 7 hari yang sudah saya lalui, tentang rencana selama 7 hari yang akan saya penuhi. Jadi, semacam jadwal saya selama 7 hari ini.



Ada recite tracker: Saya ingin memulai lagi hafalan Al-Qur’an. Niat karena Allah, bukan karena ingin menjadi hafizah atau dielu-elukan orang. Big NoTrust me, dengan niat seperti itu kamu akan kalah sebelum perang. Karena memulai menghafal Al-Quran itu mudah sekali, yang susah justru mengulangi hafalanmu kembali. Hal ini yang saya rasakan, muraja’ah adalah hal yang sangat susah! Saya mengambil metode dari Ustaz Adi Hidayat, dengan menghafal 5 ayat tiap harinya. Untuk penjelasannya, kamu bisa klik ini Buat Jadwal Menghafal Al-Quran


Kalau kamu lihat bagan di atas, saya lebih banyak tracker saya untuk akhirat, mengapa? Karena saya mau tahu peningkatan dan penurunan ibadah saya selama hidup. Untuk Baca Al-Qur'an tidak saya buat, karena in sya Allah itu sudah menjadi habit saya seperti shalat 5 waktu.

Hal-hal apa saja yang saya ingin kerjakan di bulan ini. Dan list tersebut bisa saya masukkan dan sesuaikan dengan jadwal rutin saya (weekdays or weekend) Jadi, saya buat list-nya dulu di page ini sebanyak-banyaknya yang ingin saya lakukan.
Untuk yang wishlist, penjelasannya akan saya posting di jadwal berikutnya juga. Karena wish list yang saya buat dalam kategori tahunan (yang mana, tiap tahun saja akan di upgrade)


Ah! ini gunanya buat mengasah tulisan saya saja. Bisa diisi dengan quote atau curhatan saya sendiri.

Nah, itu tadi isi bujo saya pada bulan November. Jadi tiap bulan, pastinya akan di-upgrade dan untuk layout saya usahakan berganti. Dan, untuk weekly spread, tentunya saya akan upgrade setiap minggunya. 

Rabu

From Ciledug to Wonosobo



Jadi ceritanya, saya tidak berencana apa pun untuk menghadapi tahun baru dengan jalan-jalan ke luar kota seperti tahun-tahun sebelumnya. Pergi ke Wonosobo untuk mengakhiri dan mengawali tahun baru adalah sebuah ketidaksengajaan karena melihat e-mail dari kantor yang masuk, bahwa akan ada cuti bersama yang mengiringi tanggal merah pada saat Natal dan tahun baru. Mulai tanggal 23 sampai 26 Desember 2017  dan keisi masuk kantor cuman dua hari yang terjepit di antara hari libur. Lalu, mulai tanggal 29 Desember 2017 sampai tanggal 2 Januari 2018 libur lagi. Saya merasa liburnya itu teramat panjang dan sangat kejepit sekali hingga saya berpikir, “dari pada sayang gini liburannya, cuman di rumah dengan estimasi hari libur yang lama, lebih baik saya ke Wonosobo saja.” 

Memutuskan long weekend untuk pergi ke Wonosobo adalah pilihan liburan yang murah dan tepat buat saya, dengan alasan: Pertama, akomodasi yang murah untuk perjalanan ke luar kota pada peak season, karena memang harganya tidak naik kalau long weekend seperti ini. Kedua, tidak perlu repot untuk jauh-jauh hari mendapatkan tiket bus yang available, karena bus ke Wonosobo dibuka pada satu waktu kita akan pergi juga. Ketiga, saya tidak perlu menginap di hotel dengan mengeluarkan biaya lagi, karena kakak saya tinggal di sana bersama suami.

Saat saya berpikir akan jalan-jalan ke Wonosobo, jujur saya tidak terlalu bersemangat dan excited seperti jalan-jalan ke kota lainnya. Karena saya beberapa kali hinggap ke Wonosobo dan inginnya berkelana ke kota yang belum pernah saya kunjungi. Walau sering saya berkunjung, namun ada beberapa spot objek wisata Wonosobo yang belum pernah saya kunjungi. Dari dulu, saya kepengin banget mencoba hiking ke gunung. Apalagi ini di Wonosobo, semacam gunung atau tempat-tempat tinggi di sana adalah destinasi favorit bagi pecinta gunung. Tapi, karena liburan (lagi-lagi) kali ini ke Wonosobo barengan saudara, kayaknya untuk hiking ke Gunung nggak dulu deh. Iya, si Tante dan anaknya juga ikut, nggak mungkin juga ke tempat-tempat tinggi hiking gitu.

Dari bulan kapan tau, hujan masih saja sering turun di Wonosobo. Keinginan saya untuk pergi ke Dieng, sepertinya tidak memungkinkan. Kakak saya bilang, di Dieng (atas) masih kerap terjadi longsor, dan di Wonosobo hampir tiap hari turun hujan. Saya sih pasrah saja akan ke mana nanti, yang ada di dalam pikiran saya adalah, “saya mau menghabiskan liburan panjang ini tidak di rumah.” Udah gitu aja.

Tanggal 27 Desember 2017 pagi hari pukul 08.00 saya dan ibu langsung cus ke loket Bus yang ada di Asrama Polri, Ciledug. Loket memang dibuka pada pukul tersebut untuk yang mau pergi pada saat hari itu juga. Seperti yang saya tulis sebelumnya, beli tiket untuk pergi ke Wonosobo “on the spot.” Beli tiket bus ke Wonosobo, bukan hanya di Asrama Polri, di Pasar Lembang yang dijadikan terminal untuk bus-bus luar kota juga dibuka pada pukul yang sama. Bedanya, kalau ingin dapet duduk dengan kursi yang berada di depan, sebaiknya membeli tiket dari Pasar Lembang Ciledug saja.

Sebenarnya saya ingin sekali memesan kursi di depan, dan harusnya saya beli tiket di Pasar Lembang. Waktu ke Wonosobo sebelumnya, ada insiden paling tidak adil bagi saya dan keluarga yang saat itu sudah membeli tiket bus di Pasar Lembang. Kami mendapatkan kursi di depan dan saat sudah di bus, nomor kursi kami jadi berpindah tempat ke kursi persis di belakang penumpang lain yang menyelak. Ibu saya komplain ke loketernya yang saat itu kami naik bus dari Asrama Polri (rule-nya memang bisa kok, beli tiket bus di Pasar Lembang, dan naiknya baru di Asrama Polri). Anehnya, si Mbak beserta Sopirnya, tidak mengindahkan keluhan Ibu saya (karena ibu saya yang beli tiketnya) terjadi cek-cok mulut lah, tetap saja mereka yang tak mau kalah (jelas-jelas mereka yang salah). 

Setelah insiden yang tidak mengenakkan bagi saya dan keluarga, yang entah bagaimana mereka bisa selicik itu, Ibu dan saya jadi kapok untuk membeli tiket dari Pasar Lembang, ya takut-takut diperlakukan tidak adil lagi dari pihak PT. Sinar Jayanya.

Dan... pagi hari itu, di tanggal alhamdulillah, ibu saya tuntas membeli tiket bus ke Wonosobo. Seperti tidak disangka sebelumnya, saya kebagian kursi belakang! Saya sudah mulai uring-uringan melihat tiket yang sudah terbelikan oleh ibu. 


Kalau yang tahu bagaimana rasanya berada di bus dengan duduk di kursi belakang akan ada drama: pusing dan mual. Ya gimana lagi ye kan, tiket sudah dibeli dan bersyukur masih mendapatkan tiket bus: karena ini long wiken, pastilah penumpang akan penuh sekali. Dengan harga 100.000 menggunakan bus bisnis AC seat 3-2, Bus Sirna Jaya Jurusan Wonosobo akan berangkat pada pukul 14.00. Penjelasan soal waktu keberangkatan, bagi saya, kali pertama berangkat ke Wonosobo pada pukul 14.00. Biasanya Bus Jurusan Wonosobo mulai jalan pada pukul 16.00. Kata loketernya sih, karena long wiken dan di tol akan padat dengan kendaraan.  

Sebelum pukul 14.00 saya dan saudara sudah standby di Asrama Polri, menunggu bus datang. Telat setengah jam, bus akhirnya datang. Dan sekitar 14.45, bus mulai berangkat. Terjadi kemacetan yang parah di Bekasi, bus terus melaju hingga akhirnya sekitar pukul 19.30, sampailah di tempat ngasonya Bus Sirna Jaya di daerah... (((duh lupa))) 

Waktu yang disediakan hanya setengah jam untuk ishoma, kami buru-buru shalat Jamak dan Qashar maghrib – Isya, dan makanlah kami di bus yang sudah kami bawa dari rumah. Bus melanjutkan perjalanannya dan terus melaju. Yang saya rasakan saat duduk di kursi belakang, alhamdulillah saya tidak mual, karena sepanjang perjalanan saya pakai buat tidur ayam: bus mulai sering nyalip dan saya deg-degkan luar biasa. Hal yang paling mengasyikkan saat duduk di kursi belakang, saya merasa bagaikan naik roller coaster skala kecil. Waktu ada turunan, berasa ngilu euy. Perjalanan naik lalu turun ini berada di sekitaran Banjar Negara menuju kota Wonosobo.


Dan, finallyalhamdulillah kami sampai di rumah kakak saya pukul 03.00 subuh. Mau tahu, saya jalan-jalan ke mana saja setelah sampai di Wonosobo? klik di sini ya