Rabu
Pacaran itu ta'aruf
Awalnya saya agak kaget mengenal sistem perjodohan dengan sebutannya ta’aruf. Semakin ke sini orang-orang sudah banyak yang mengklaim atau mengukuhkan istilah tersebut dengan ta’aruf sama dengan perjodohan islami.
Di sini saya mau mencerahkan istilah tersebut. Apa itu ta’aruf? Dalam bahasa arab artinya saling mengenal diambil dari kata a’rafa-yu’rifu (fi’il dan fa’il) artinya tahu/kenal. Dalam bahasa arab, satu kalimat di tengahnya ada huruf alif menjadi arti saling.
Nah, dalam perjodohan islami yang menyinggung kata ta’aruf. Antara cowok-cewek yang bertujuan akan menikah, terlebih dulu berikhtiar untuk saling mengenal (ta’aruf) dengan cara yang islami, yaitu dengan adanya pihak ketiga yang merupakan mahramnya. Atau bisa juga dengan murabbi/murabbiah (guru ngaji). Dengan adanya pihak ketiga yang merupakan mahram ini, dalam urusan ta’aruf diharapkan pernikahan menjadi barakah. Karena melalui proses yang islami.
Jadi jelas berbeda antara ta’aruf dengan perjodohan islami. Bisa dikaitkan tetapi tidak untuk disamakan. Mungkin dengan penekanan kata syariah di belakang kata ta’aruf menjadi mudah dikenal dengan maksud perjodohan secara islami. Apa itu syariah? Yaitu menjalankan norma-norma secara hukum islam. Jelas sekali dalam islam kita tidak boleh berkhalwat (berdua-duaan). Dengan adanya ta’aruf syariah, tentu dalam ta’aruf kita membutuhkan pihak ketiga itu tadi, dan pastinya yang menjadi mahram kita ya! Oke, berarti ta’aruf syariah ya, yang membutuhkan pihak ketiga.
Nah, apa jadinya kalau ta’aruf tanpa pihak ketiga atau ta’aruf tanpa embel-embel syariah? Ya jadinya ta’aruf bukanlah sesuatu yang islami dong. Kencan/dating bisa disebut ta’aruf lho. Ta’aruf kan hanya istilahnya saja yang dalam bahasa arab artinya adalah saling mengenal. Kalau pacaran apakah juga bisa disebut ta’aruf? Kalau pacaran di dalamnya ada proses saling mengenal, saya rasa juga bisa dibilang ta’aruf. Sekali lagi ta’aruf hanya kata dalam bahasa arab yang artinya saling mengenal.
Saya hanya heran saja banyak quote yang bertebaran seakan ta’aruf itu sendiri suci. Padahal nggak juga. Bahkan banyak di antaranya yang tidak tahu jadi memversuskan kata ta’aruf dengan kata pacaran. Saya tergelitik melihatnya. Jelas, karena saya tahu apa artinya ta’aruf. Dan saya suka gemas dengan orang-orang yang lulus ta’aruf dan akhirnya mereka menikah. Mereka bangga dengan menjalankan perjodohannya secara islami, ta’aruf bilangnya. Padahal kalau disisipkan kata syariah/islami di belakang kata ta’aruf tentu lebih mudah orang membedakannya antara ta’aruf islami dan nonislami.
Lucunya, ada teman bilang: “Gue ta’aruf, tapi gue ketemuannya berdua dhan” Saya mendengarnya langsung membenarkan. Ya nggak apa-apa, itu kan juga ta’aruf (saling mengenal) jika yang lo maksud ta’aruf harus ada pihak ketiga itu berarti ta’aruf islami.
Dengan adanya kata ta’aruf yang membooming ini. Saya malah ingin mengkriteriakan jenis-jenis versi ta’aruf. Ada apa saja? Cek this out ukht.
Ta’aruf versi islami: Tadi sudah dibahas apa itu ta’aruf islami ya. Jadi cowok-cewek yang tidak ingin berkhalwat bisa mengajak pihak ketiga, yaitu mahramnya dan terjadilah ta’aruf islami.
Ta’aruf versi tukar biodata: Tukaran CV, jadi yang ikhwan dan akhwat saling bertukar CV. Ini bisa dilakukan dengan ta’aruf versi islami dan yang nonislami ya. CV dibuat untuk ta’aruf tahap awal. Isi di dalam CV haruslah detil dan dengan jelas menjelaskan diri kamu, plus-minus kamu, tujuan nikah kamu, setelah menikah akan bagaimana, kriteria pasangan, dll. Silakan cari contoh CV ta’aruf via google.
Ta’aruf versi pacaran: Kalau pacaran islami tentu nggak ada ya. Adanya ta’aruf versi pacaran. Pacaran itu melanggar syariat islami, tentunya dilarang karena berkhalwat dan banyak mendapatkan mudharatnya. Ta’aruf versi pacaran jangka dosanya lebih lama daripada yang versi blind date/kencan. Karena akan sering bertemu dan bonusnya: bisa terjadi sentuhan, pegangan, dll.
Ta’aruf versi blind date/kencan: Nah, versi ini lebih banyak dilakukan oleh orang-orang yang usianya sudah matang dan tidak mau pakai kata jadian atau ujung-ujungnya pacaran. Untuk ta’aruf versi blind date/kencan ini, biasanya mereka suka kenalan dulu lewat chatt/telepon, dan ketemuan deh. Dari ta’aruf versi ini, mereka tentunya bisa langsung menilai pasangannya seperti apa. Dan, biasanya ta’aruf blind date ini cukup bertemu sekali dan dilanjutkan dengan ta’aruf melalui chatt/teleponan. Dengan waktu yang cukup cepat, kalau dirasa mereka menemui kecocokan, si cowok bisa langsung ke rumah dan melamarnya. Namun, bila tidak ada kecocokan biasanya pihak cowok/cewek yang akan mundur teratur (bisa tanpa pesan atau tidak sama sekali).
Nah, kamu sudah pernah ta’aruf dengan tujuan menikah belum? Kalau sudah, kamu termasuk ta’aruf versi mana nih?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar