Ngomong-ngomongin masalah nasionalis, hari ini
(19/12) saat menonton John pantau, memantau group vokalnya asli Indonesia. yaitu
Band Smash. Sekilas para personilnya mengikuti gaya style ala korea gitu, saat
aku melihat di acara musik seperti di inbox kemarin, mereka (Band Smash)
berdance ala korea hiphop gitu, serupa group vokalnya milik korea, Suju. Smash
ini versi indonesianya laah. Waah kalau diperhatikan, apakah begitu masih bisa
dibilang nasionalis?
Waktu John pantau menanyakan dari salah satu
personil Smash, seorang lelaki yang parasnya agak china, menjawabnya dengan
santai “belum tentu orang yang memakai bahasa indonesia dan berpakaian batik
mempunyai rasa nasionalis.” Jawaban ngeles kalau aku anggap.
Sebenarnya bisa kan Negara kita tidak mencontoh
Negara lain? parahnya lagi, aku menemui semacam komunitas pecinta jepang dan
korea di Malang. mereka sering perform nyanyi dan buat band dengan memakai
bahasa korea dan jepang dan CosPlay (Costum Player).
kenapa tidak ada komunitas pecinta Indonesia?
Negara Indonesia tidak miskin budaya lho.. Toh, banyak tarian tradisional dan
budaya-budaya yang lebih keren kita lestarikan di Indonesia. Kenapa juga harus
menggilai budaya dari Negara lain? (JD)
Video= Youtube
Tidak ada komentar:
Posting Komentar